Selasa, 11 Januari 2011

Perkawinan Silang Buah Tomat



 







BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Hibridisasi merupakan suatu perkawinan silang antara berbagai jenis spesies pada setiap tanaman. Yang mempunyai tujuan untuk memperoleh organisme dengan sifat-sifat yang diinginkan dan dapat berfariasi jenisnya. Pad peristiwa hibridisasi akan memperoleh kombinasi genetikyang diperoleh melalui persilangan dua atau lebih tetua yang berbeda genotipnya. Emaskulasi atau sering disebut kastrasi merupakan pengambilan tepung sari pada kelamin jantan agar  tidak terjadi penyerbukan sendiri. Dalam proses pengambilan tepung sari tersebut dilakukan pada saat sebelum kepala putik masak agar lebih menjaga dan memperkecil kemungkinan terjadinya penyerbukan.
Dalam dunia pertanian dan dalam sub ilmu pemuliaan tanaman khususnya  ada yang di namakan dengan kastrasi dan hibridisasi tanaman, Kastrasi dan hibridisasi adalah teknik yang digunakan oleh para pemulia yaitu orang yang berusaha untuk memperbanyak tanaman dalam lingkup pemuliaan tanaman untuk meningkatkan produktifitas dari tanaman yang dimuliakan, kastrasi disinimerupakan proses untuk menghilangkan kelamin jantan dari suatu bunga pada tanaman untuk menghindari atau mencegah terjadinya penyerbukkan sendiri. Kastrasi digunakan agar tanaman itu tidak menyerbuk sendiri, jika suatu tanaman menyerbuk sendiri secara terus menerus mungkin dari filal juga tidak bisa optimal dalam hal produksinya.Pemuliaan adalah suatu cara yang sistematik merakit keragaman genetik menjadi suatu bentuk yang bermanfaat bagi manusia. Dalam proses ini diperlukan bahan baku berupa keanekaragaman genetik (plasma nutfah) yang tesedia di alam. Untuk pemuliaan tanaman dan hewan, peranan penelitian untuk mendapatkan bibit unggul adalah sangat penting.
Kastrasi bertujuan untuk mencegah terjadinya penyerbukan sendiri (self fertilization). Kastrasi berfungsi agar tanaman dapat lebih menghasilkan ke pertumbuhan vegetatif (penguatan batang yang lebih besar) dan juga untuk merangsang pembentukan bunga betina yang sempurna. Munculnya bunga jantan pada tandan bunga berkisar antara 6-12 hari. Kastrasi dilakukan setiap hari sesuai dengan kemunculan jantan. Ada beberapa cara untuk melakukan kastrasi yaitu dengan menggunakan pompa pengisap, perlakuan dengan alkohol, dan secara manual dengan menggunakan pinset.

1.2 Tujuan
1. Memberi pemahaman mengenai persilangan tanaman tomat yang baik dan benar.
2. Penulis dapat mengetahui sistem kastrasi dan hibridisasi dalam melakukan persilangan bunga jantan dan betina pada tanaman tomat.















BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Hibridisasi merupakan suatu perkawinan silang antara berbagai jenis spesies pada setiap tanaman. Yang mempunyai tujuan untuk memperoleh organisme dengan sifat-sifat yang diinginkan dan dapat berfariasi jenisnya. Padsa peristiwa hibridisasi akan memperoleh kombinasi genetikyang diperoleh melalui persilangan dua atau lebih tetua yang berbeda genotipnya. Emaskulasi atau sering disebut kastrasi merupakan pengambilan tepung sari pada kelamin jantan agar tidak terjadi penyerbukan sendiri. Dalam proses pengam,bilan tepung sari tersebut dilakukan pada saat sebelum kepala putik masak agar lebih menjaga dan memperkecil kemungkinan terjadinya penyerbukan (Ferdy. 2008).
Sesuai dengan hubungan kekeluargaan tanaman yang akan disilangkan ada beberapa macam persilangan :  
1. Intravarietal : persilangan antara tanaman-tanaman yang varietasnya sama.
2. Intervarietal : persilangan antara tanaman-tanaman yang berasala dari varietas yang berbeda tetapi masih dalam spesies yang sama. Juga disebut persilangan  Intraspesifik
3. Interspesifik : persilangan dari tanaman-tanaman yang berbeda spesies tetapi  masih dalam genus yang sama. Juga disebut persilangan Intragenerik. Persilangan ini dilakukan untuk maksud memindahkan daya ressistensi terhadap  hama, penyakit dan kekeringan dari suatu spesies ke lain spesies. Misal : tomat, tebu
4. Intergenerik: persilangan antara tanaman-tanaman dari generasi yang berbeda.Persilangan ini dilakukan untuk menstransfer daya resisten hama,penyakit dan  kekeringan dari genera-genera yang masih liar ke genera-genera yang sudah  dibudidayakan.Misal tebu dan glagah ,lobak dank obis.
5.  Introgresive: pada tipe persilangan ini salah satu spesies seolah-olah sifatnya  mendominir sifat-sifat spesies yang lain sehingga populasi hybrid yang  terbentuk seolah-olah hanya terdiri atas satu jenis spesies yang mendominir  tersebut. uji nyata untuk mengetahui apakah data atau hasil yang diperoleh sesuai atau menyimpang dari nisbah yang diharapkan atau tidak. Oleh karena itu untuk mengevaluasi terhadap benar tidaknya hasil percobaan yang kita lakukan  dengan keadaan secara teori dapat dilakukan dengan uji-X2. Tanaman Adenium   termasuk jenis tanaman berumah satu. Artinya, dalam satu bunga adenium penyerbukar sendiri sangat jarang terjadi. Sebab, bunga betina dan bunga jantan  masak pada waktu tidak bersamaan. Kondisi seperti ini justru mempermudah    langkah penyilangan.Pemuliaan adalah suatu cara yang sistematik merakit keragaman genetik menjadi suatu bentuk yang bermanfaat bagi manusia. Dalam proses ini diperlukan bahan baku berupa keanekaragaman genetik (plasma nutfah) yang tesedia di alam. Untuk pemuliaan tanaman dan hewan, peranan penelitian untuk mendapatkan bibit unggul adalah sangat penting (Feros, 2009).
Kastrasi adalah pengambilan kotak sari (bunga jantan) dengan sengaja agar tidak terjadi persilangan sendiri. Kastrasi dilakukang pada saat bunga jantan mulai muncul tetapi belum pecah. Kotak sari yang belum pecah biasanya telah menyembul di dua sisi bunga betina dan berwarna putih, sedangkan kotak sari yang sudah pecah berwarna krem coklat kehitaman. Munculnya bunga jantan pada tandan bunga berkisar antara 5 sampai 12 hari (Alfin, 2008).
Kastrasi dilakukan setiap hari sesuai dengan kemunculan bunga jantan pada tanaman. Ada beberapa cara melakukan kastrasi, yaitu; menggunakan pompa pengisap, dengan perlakuan alkohol dan secara manual dengan pinset.Bunga jantan yang akan dikastrasi harus benar-benar sudah keluar tatapi belum pecah. Tandan bunga dipegang dan kotak sari sudah keluar dihisap dengan pompa penghisap. Cara ini dinilai kurang memuaskan karena disamping memerlukan waktu yang tepat dan lama, hasil kastrasi juga kurang bersih. Kastrasi harus dilakukan setiap hari selama 6 hingga 12 hari, sehingga kepala putik banyak mengalami kerusakan mekanis karena sering dipegang dan terkena alat penghisap. Akibatnya kepala putik tidak reseptif lagi dan tandan bunga banyak yang gugur sebelum disilangkan (Tanto, 2002).
Ada juga beberapa teknik yang digunakan dalam pemuliaan tanaman pada perlakuan kastrasi, teknik - teknik kastrasi dalam pemuliaan tanaman adalah sebagai berikut:
•Forching methode : Menghilangkan benang sari dengan membuka katup bunga yang masih menutup dengan paksa.
•Bagging methode : Menyelubungi bunga sehingga menjadi panas agar membuka.
• Clipping Methode : Menggunting ujung katup bunga ( tinnggal putik saja )
• Hot water treatment : Bunga diletakkan di atas air panas sampai membuka
• Blowing methode : Bunga dibungkus kemudian dipanaskan sehingga membuka.
• Sucking Methode : Pujuk bunga dipotong kemudian benang sari di ambil degan pompa penghisap.














BAB 3. METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat
Dalam acara pengamatan lapang ini yang berjudul Kastrasi dan Hibridisasi yang dilaksanakan pada tanggal 15 November 2010 hari sabtu, di dusun Rayap  Jalan Rembangan Desa Kemuninglor Arjasa, pada pukul 05.00 WIB.

3.2 Bahan dan Alat
3.2.1 Bahan
Tanaman Penyerbuk Silang
1. Bunga jantan dan betina

3.2.2 Alat
1. Alkohol
2. Gunting
3. pinset
4. kapas
5. selang plastik
6. toples besar dan kecil
7. Lampo 5 wat
8. Hand phone

3.3 Langkah Kerja
Tanaman Penyerbuk Silang (Tanaman Tomat)
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. mengambil bunga jantan pada pagi hari sebelum matahari terbit, lalu dikering anginkan menggunakan lampu 5 wat.  
3. membuka bunga betina yang masih kuncup pada pagi hari sebelum matahari terbit.
4 Cara pengebirian bunga:
a. Memilih bunga yang masih kuncup, memegang antara telunjuk dan ibu jari tangan.
b. Membuang kelopak bunga dengan pinset sehingga terlihat mahkota bunga yang membungkus bakal buah.
c. Mencabut mahkota bunga dengan pinset.
d. Membuang kepala sari sampai bersih dengan menggunakan pinset, sehingga hanya tinggal kepala putik.
4. Menyilangkan dengan cara:
a. Mengambil yang telah mekar dan masih segar dari tanaman induk jantan.
b. Membuka mahkota bunga yang menyelubungi alat jantan dengan pinset, kemudian mengambil bunga jantan.
    -Pada waktu bunga masih kuncup, kepala sari lebih rendah dari kepala putik.
    -Bunga hamper mekar, kepala sari sama tinggi dan menempel pada kepala putik.
c.  Mengoleskan tepung sari tersebut pada kepala putik yang telah dikebiri.
5. Memberi etiket bunga yang telah disilangkan, agar kelak polong dapat dikenali dengan  mudah.
6. Melakukan penyilangan ini pada pagi hari sebelum matahari terbit (± pukul 05.00).









BAB 4. PEMBAHASAN

Perkawinan silang antara spesies dan dalam spesies memiliki beberapa perbedaan dalam tingkat keragaman genetik nantinya. Jenis perkawinan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sehingga dalam proses perkawinan dalam tanaman atau sering disebut dengan penyerbukan diperlukan pengetahuan khusus mengenai meorfologi dan sifat-sifat pada bunga. Proses penyerbukan ditandai dengan menempelnya serbuk sari ke kepala putik. Setiap jenis tanaman memiliki cara-cara tersendiri dalam proses tersebut secara alami. Penyerbukan tanaman oleh manusia baik untuk memperoleh varietas baru maupun untuk mendapatkan produk dari tanaman tersebut harus memperhatikan proses penyerbukan tanaman secara alami itu sendiri.         
Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Bunga tanaman tomat berukuran kecil berdiameter sekitar 2 cm dan berwarna kuning cerah. Kelopak bunga yang berjumlah 5 buah dan berwarna hijau terdapat pada bagian baerah atau pangkal bunga. Bagian lain dari bunga tomat adalah mahkota bunga yaitu bagian terindah dari bunga tomat. Mahkota bunga tomat berwarna kuning cerah, berjumlah sekitar. 6 buah dan berukuran 1 cm. Bunga tomat merupakan bunga sempurna, karena benang sari dan kepala putik terletak pada bunga yang sama. Bunganya memiliki 6 buah tepung sari dengan kepala putik berwarna sama dengan mahkota bunga yakni kuning cerah. Bunga tomat tumbuh dari batang (cabang) yang masih muda.
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penyilangan
Penyerbukan sering mengalami kegagalan bila dilakukan pada saat kondisi lingkungan yang tidak mendukung atau dilakukan pada saat serbuk sari atau kepala putik dalam keadaan belum matang oleh karena itu saat penyerbukan yang tepat merupakan faktor penting yang harus diperhatikan agar penyerbukan berhasil dengan baik. Untuk melakukan penyerbukan harus dipilih waktu yang tepat dan tidak boleh terlambat dimana pada saat itu putik maupun serbuk sari dalam keadaan segar, sehat, telah matang, dan cuaca mendukung proses persarian dengan baik. Waktu yang baik untuk penyerbukan adalah jam 05.00 pagi (sebelum bunga mekar, karena jika bunga telah mekar ditakutkan sudah mengalami penyerbukan sendiri pada bunga yang dijadikan induk jantan).

Selain itu hal penting yang harus diperhatikan adalah cara meletakkan serbuk sari dari induk jantan ke atas kepala putik induk betina, dan menjaganya jangan sampai kepala putik tersebut kejatuhan serbuk sari dari tanaman lain yang tidak dikehendaki maupun dari tanaman yang sama. Oleh karena itu, setelah polinasi bunga ditutup/ dibungkus menggunakan plastik agar tidak terserbuku bunga lain dan tidak rusak).
Tanaman Tomat jantan                      Pengambilan bunga jantan           
            Tanaman tomat jantan ini berumur 60 hari, antara bedengan 30 cm, lebar bedengan 60 cm dan jarak tanamnya adalah 30x30 cm . Tempat penanaman bunga jantan dan betina yang hendak disilangkan harus berbeda areal tanamnya karena dikuatirkan terjadi penyerbukan sendiri.
            Pengambilan bunga jantan dilakukan pada pukul 05.00  pagi hari untuk mencegah terjadinya pembukaan kuncup bunga sehingga serbuk sari dapat menyebar keseluruh permukaan kepala putik.
            Pada tanaman toamat jantan dialakuakan pengambilan buah jika tanaman tomat jantan mengalami pembuahan akibat penyerbukan sendiri (alami) yang bertujuan untuk memperpanjang perkembangan generatifnya.

                 Bunga jantan                                            Bunga jantan

       Tanaman tomat jantan mencapai ketinggian 200 cm. Ciri-ciri bunga jantan kelopaknya agak lebar dan kelapa putiknya besar dibandingkan dengan bunga betina.Dan gambar  disampingnya bunga jantan yang sudah dipetik  lalu dikering anginkan.  Bunga tanaman tomat berukuran kecil berdiameter sekitar 2 cm dan berwarna kuning cerah. Kelopak bunga yang berjumlah 5 buah dan berwarna hijau terdapat pada bagian baerah atau pangkal bunga.
     Bunga jantan dikering kan                                Bunga jantan dikering kan

Karena cuaca tidak mendukung maka mengeringkan bunga jantan pakai lampu, Dikeringkan kira-kira 24 jam, maka bunga tersebut sudah kering.Bunga yang sudah cukup kering lalu mahkota bunga dibuang semua, tinggal kepala putik.
                   Tempat pengucokan                                Hasil pengucokan


Hasil dari kering-angin tersebut di masukkan kedalam toples kecil yang ditutup rapat menggunkan tutup toples dan sebelum melakukan pengucokan di cuci dulu dengan alkohol untuk mencegah terjadi nya kontaminasi bakteri serta kain katun berwarna putih ditengah-tengahnya sebagai alat penyaring serbuk sari tersebut dengan kotoran dan mahkota bunga jantan tomat tersebut.
               Serbuk sari                                       Selang tempat serbuk sari
Sebelum memindahkan serbuk sari, tangan dan alat tersebut dicuci  dengan alkohol, lalu dimasukkan ke dalam selang yang tersebut sebagai tempat serbuk sari,dengan tujuan untuk mempermudah dalam menempelkan serbuk sari ke kepala putik sewaktu dilapang.

Alat untuk Hibridisasi                      Tanaman tomat betina
Adapun alat dan bahan yang digunakan sebagai berikut :
1. Alkohol
2. Gunting
3. pinset
4. kapas
5. selang plastik
6. toples besar dan kecil
7. Lampo 5 wat
8. Hand phone
            Lahan tanaman tomat betina terpisah dengan areal tanaman tomat jantan untuk menghindari terjadinya penyerbukan sendiri. Jarak tanam yang digunakan tanaman betina 35x35 cm, lebar bedengan 60 cm, jarak antara bedengan 30 cm.



Polinasi                                                              Polinasi

Polinasi adalah membuka bunga yang belum mekar atau kuncup dan membuang kelopak bunga dengan pinset sehingga terlihat mahkota bunga yang membungkus bakal buah Serta membiarkannya selama 3 hari.
                   Hibridisasi                                                     Hibridisasi
Menyilangkan dengan cara:
a. Memilih bunga btina yang sudah dilakukan proses polinasi.
b. Membuka mahkota bunga yang menyelubungi alat jantan dengan pinset, kemudian mengambil bunga jantan.
    -Pada waktu bunga masih kuncup, kepala sari lebih rendah dari kepala putik.
    -Bunga hamper mekar, kepala sari sama tinggi dan menempel pada kepala putik.
c.  Mengoleskan tepung sari tersebut pada kepala putik yang telah dikebiri.
5. Memberi etiket bunga yang telah disilangkan, dengan cara digunting agar kelak persilangan  dapat dikenali dengan  mudah.
6. Melakukan penyilangan ini pada pagi hari sebelum matahari terbit (± pukul 05.00).

















BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
1. Persilangan dimulai dengan mengemaskulasi bunga yaitu pengambilan serbuk  sari pada bagian bunga.
2. Teknik hibridisasi sangat tergantung pada sifat bunga dan tingkat pemasakan sel-sel kelamin.
3. Keberhasilan hibridisasi disebabkan karena pemilihan tetua yang tepat.
4. Bunga dapat dibedakan berdasarkan ciri morfologinya
5. Berdasarkan kelengkapan bagian bunga dapat diklasifikasikan atas dua macam  yaitu bunga lengkap dan bunga tak lengkap.
6. Dari perbedaan proses morfologi dapat terjadi perbedaan proses penyerbukan.

5.2. Saran
Kami sangat berterima kasih kepada bapak dosen yang terhornat, karena telah memberikan tugas Kastrasi dan Hibridisasi ini kepada kami sehingga dapat menimbah ilmu secara mendalam. Kami sebagai maha siswa cukup berterima kasih yang telah memberikan ilmu mulai dari pertemuan pertama perkuliahan dan sampai ahir kuliah,karena bagi kami ilmunya sangat bermanfaat.
Saran saya untuk kemajuan proses belajar dan mengajar hendaknya bapak dapat berkenan membimbing saya lansung didalam pengamatan dilapang agar dapat membantu saya memecahkan masalah serta menemukan ide-ide baru didalam mengembangkan pertanian secara optimal khususnya dibidangkastrasi dan hibridisasi tanaman.
DAFTAR PUSTAKA

Alfin. 2008. Penyerbukan Buatan pada Acung (Amorphophallus decus-silvae Back. & v.A.v.R.). Biodiversitas Vol.9 No. 4, 2008: 292-295.

Ferdy. 2008. Kastrasi dan Hibridisasi.  http://missrant.host22.com/   hkm_hrdy_wnbrg.html , diakses pada 19 Oktober 2010.

Feros. 2009. Pengujian Kesetimbangan Hardy Weinberg.
http://sony92erz.wordpress.com/2009/11/06/hukum-hardy weinberg/,diakses pada 19 Oktober 2010.

Suryo. 1984. Mengenai Keseimbangan Hibridisasi dan Kastrasi. Jakarta:  PT.Gramedia.

Tanto. 2002. Pemuliaan Tanaman dengan Hibridisasi (Allogam). Jakarta: PT.  Raja Grafindo Persada.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar